rajabacklink

Jangan Tunggu Lapar untuk Makan, Ini Alasannya

19 Okt 2020  |  56xDitulis oleh : Admin
Jangan Tunggu Lapar untuk Makan, Ini Alasannya

Aghil - Rasa lapar merupakan sebuah tanda yang diberikan oleh tubuh pada kita. Hal ini menandakan bahwa kita butuh asupan makanan.

Namun, sebenarnya makan saat lapar itu tidak baik bagi kesehatan kita. Berikut beberapa alasan mengapa kita tak boleh menunggu lapar untuk makan. Dikutip dari laman brightsite.me, berikut selengkapnya.

1. Lapar menyebabkan makan berlebihan.

Orang yang lapar atau melewatkan jam makannya seringkali akan makan secara berlebihan. Alasannya, untuk mengganti makan yang terlewat sebelumnya.

Tubuh manusia membutuhkan nutrisi yang stabil setiap 3-4 jam. Hal ini untuk mencegah perlambatan metabolisme pada tubuh, mencegah rasa lapar, dan penurunan energi.

Semakin kamu menahan rasa lapar, semakin rendah pula gula darah kamu. Artinya, kamu akan membutuhkan gula yang lebih lagi saat makan.

2. Kelaparan tidak membantu menurunkan berat badan.

Sebagian besar dari kita mungkin mengira bahwa dengan menahan lapar, maka berat badan kita akan turun. Nyatanya, hal tersebut tidak benar.

Saat kamu makan sedikit kalori, tubuh akan masuk ke mode darurat. Sehingga menyimpan lemak dan membakar sedikit kalori. Hal ini agar tubuh mampu bertahan lebih lama di kemudian hari.

Dengan begitu, bukannya berat badan menurun mungkin malah sebaliknya. Tubuh akan membesar.

3. Anda cenderung tidak membuat pilihan makanan sehat.

Ketika kamu merasa lapar, kamu takkan pilih-pilih pada makanan yang ada. Saat gula darah rendah, orang-orang secara emosional menjadi tak terkendali akan asupan yang ia makan. Makanan yang ada didepan mereka akan disantap tanpa memperhatikan gizi dan lainnya.

Akhirnya, kita hanya mengkonsumsi makanan yang manis dan tidak sehat. Dengan diet seperti ini, tentu akan menghasilkan gaya hidup yang tak sehat.

4. Anda tidak selalu bisa mengenali rasa lapar.

Hormon yang bertanggung jawab akan rasa lapar ada dua, yakni ghrelin, yang merangsang nafsu makan; dan leptin, yang menekannya.

Ketika kamu tak makan, level ghrelin akan meningkat. Setelah kamu makan, leptin akan menginformasikan pada tubuh bahwa kita kenyang.

Barometer ini tak selamanya akurat. Hal ini dapat terjadi ketika kamu menjalani diet yang melelahkan. Saat itu, kamu tak dapat mendengar apa yang coba dikatakan oleh tubuh kita. Otak belajar untuk mengurangi rasa lapar sesuai dengan gaya hidup seseorang. Jadi orang yang selalu makan sekali sehari bisa menjalankan usahanya tanpa merasa ngidam. Itu tidak membuat makan satu kali sehari menjadi normal.

5. Lapar buruk bagi kesehatan Anda.

Kelaparan dalam jangka panjang tentu tak baik bagi kesehatan. Bahkan, hal ini berpengaruh juga pada kesehatan mental kamu. Dan jika Anda kebetulan lapar, sering kali rasanya tidak enak, mulai dari sakit perut, pusing, hingga lemas seutuhnya.

Itulah alasan mengapa kita dianjurkan untuk makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: