rajabacklink

Apakah Media Sosial Masih Belum Membawakan Anda Pelanggan? Mungkin Ini Kesalahan yang Anda Lakukan

22 Jul 2020  |  69xDitulis oleh : Admin
Apakah Media Sosial Masih Belum Membawakan Anda Pelanggan? Mungkin Ini Kesalahan yang Anda Lakukan

Di zaman super digital seperti sekarang ini, media sosial sering dijadikan sebagai media marketing yang harus dicoba oleh setiap pebisnis semenjak sebagian besar masyarakat suka menghabiskan waktu luangnya di media sosial, terutama Facebook.

Media sosial tentu terdengar seperti kolom pelanggan yang cukup menjanjikan, akan tetapi anda mungkin mau berpikir dua kali tentang media sosial karena survei dari marketing scope menunjukkan 92,5% bisnis gagal dalam menjalankan marketingnya di medsos.

Apakah media sosial masih belum membawakan Anda pelanggan juga?

Kalau begitu berarti anda sudah terjebak oleh saran dari para "fake" guru di internet yang menyarankan anda untuk menggunakan media sosial seperti:

Anda harus menjadi influencer viral untuk menjadi milyuner!
Posting selfie keren dan kutipan, duit akan langsung mengikuti anda

Apakah anda menyadari di mana kesalahannya?

Cukup simpel, anda menggunakan media sosial sebagai hobi bukan sebagai tempat untuk menarik prospek tanpa anda sadari.

Perlu anda ingat 1 like atau 1000 followers = 1 like atau 1000 followers. Mereka tidak akan menambahkan saldo ke rekening anda kecuali anda mengubah pandangan anda mengenai penggunaan media sosial dengan sistem marketing yang terbukti ampuh.

Dan di bawah ini akan memberitahu anda cara menggunakan media sosial yang dapat mengubah 1.000 followers menjadi Rp 1.000.000.

Berikut cara mengubah follower di media sosial menjadi pelanggan yang membawakan uang ke rekening bank anda:

1. Ketahui dulu di mana audiens anda berkumpul

Pertama anda perlu memastikan kalau media sosial yang anda gunakan benar-benar tepat karena terdengar konyol jika anda menjual produk B2C, tetapi menggunakan Linkedin sebagai media pemasaran utama.

Bagaimana cara untuk mengetahui di mana audiens berkumpul?

Cara pertama, anda bisa melihat statistik atau laporan terlebihi dahulu. Kebanyakan konsumen B2C biasanya berkumpul di Facebook atau Instagram. Sedangkan konsumen B2B bisa ditemui di Linkedin.

Cara kedua, anda bisa menggunakan tools analytic online untuk mengetahui paltform mana yang paling ramai dikunjungi oleh audiens anda.

2. Sediakan konten menarik untuk mereka

Sekarang anda perlu membuat umpan untuk menarik perhatian mereka. Anda bisa membuat konten menarik untuk mereka, tetapi pastikan kalau kontennya berkualitas premium karena kualitas rendah atau OK masih belum cukup untuk menangkap mata mereka.

Anda juga bisa menyediakan hadiah gratis yang cukup murah. Hal ini tentu akan menguras dana anda, tetapi anda bisa menguranginya dengan meminta mereka untuk membayar biaya angkutnya.

3. Jangan hanya diam saja, minta mereka untuk melakukan sesuatu!

Ketika mereka mengakses konten anda atau meminta hadiah dari anda, jangan biarkan mereka diam dan pergi begitu saja, anda harus meminta imbalan dari mereka dan imbalan terbaik untuk strategi marketing adalah email atau nomor telepon.

Untuk membuat mereka lebih mau untuk memberikan email kepada anda, tawari sesuatu yang lebih berharga seperti newsletter, hasil dari survei, dan semacamnya.

Di sinilah peran media sosial berhenti untuk sementara, selanjutnya anda akan menggunakan media yang lebih pribadi.

4. Follow up mereka

Anda sudah mendapatkan email mereka, sekarang waktu yang baik untuk melakukan follow up dengan menggunakan email. Email merupakan tempat terbaik untuk mendapatkan penjualan karena email merupakan satu-satunya tempat anda membangun hubungan dengan konsumen.

Pastikan anda mengisi email dengan konten yang berkualitas dan jangan lupa untuk menambahkan kalimat Call To Action untuk mengarahkan mereka ke halaman situs anda dan membeli sesuatu dari anda.

Baca Juga: