rajabacklink

5 Jenis Teknologi Budidaya Ikan yang Efektif Mengurangi Limbah

11 Agu 2020  |  184xDitulis oleh : Admin
5 Jenis Teknologi Budidaya Ikan yang Efektif Mengurangi Limbah

Teknologi budidaya membantu para peternak dan petani untuk lebih maju dan peduli terhadap lingkungan. Kemajuan teknologi memungkinkan sistem pertanian dan peternakan memiliki andil besar terhadap efisiensi energi. Salah satunya menemukan sistem budidaya modern yang lebih unggul daripada tradisional. Selain membantu para petani dan peternak, budidaya modern menghasilkan panen lebih unggul.

Mengurangi Limbah Sisa Pakan dengan Teknologi Budidaya

Di dalam industri peternakan sendiri, berbagai inovasi mulai diterapkan untuk budidaya tambak. Inovasi yang tengah digandrungi berkaitan dengan pengolahan limbah sisa pakan. Ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penumpukan limbah sisa pakan, yakni:

  • Probiotik

Penggunaan probiotik pada tambak udang dan lele tak hanya mengurangi limbah sisa pakan. Di sisi lain, probiotik mampu menghasilkan pakan alami dan menggemburkan lahan tambak. Untuk budidaya lele, pemberian probiotik bisa menghasilkan lele berkualitas unggul. Kesehatan lele bakal lebih terjaga dengan pemberian probiotik melalui pakan.

  • Sistem Resirkulasi

Teknologi budidaya lainnya yang mulai digandrungi peternak lele adalah sistem resirkulasi. Meskipun biaya yang dibutuhkan cukup tinggi, resirkulasi efektif mengkonversi sisa metabolisme menjadi nitrat. Pemanfaatan sistem sirkulasi mampu memangkas produksi limbah sekaligus menghasilkan pupuk untuk pertanian.

  • Bioflok

Bioflok merupakan gumpalan yang terbuat dari organisme hidup, seperti bakteri, protozoa, alga, dan lainnya. Sama halnya dengan probiotik, bioflok berperan sebagai pakan tambahan untuk ikan maupun udang. Pemberian bioflok mampu mengkonversi kebutuhan pakan pada tambak sekaligus menjaga kualitas air tetap bagus.

  • Aquaponik

Keterbatasan lahan tak lagi menjadi penghalang untuk melakukan budidaya lele. Sistem aquaponik memungkinkan budidaya ikan dengan teknik hidroponik dan akuakultur. Gabungan kedua teknik memanfaatkan sisa limbah berupa hara untuk menyuburkan tumbuhan yang ada di atasnya. Akar tanaman akan menyerap zat hara yang dihasilkan oleh ikan.

  • Station Feeding

Sistem ini sempat diterapkan oleh para peternak pada beberapa tahun lalu. Prinsip dasarnya taklah sulit, yakni memberi makan ikan hingga level 90%. Standar pakan ini diketahui memberi dampak positif bagi metabolisme ikan. Sayangnya, sedikit sulit mengetahui ambang batas maksimum pakan ikan, kecuali telah terbiasa. Oleh sebab itu, teknologi budidaya ini masih butuh pengalaman lebih lanjut

Baca Juga: