rajabacklink

IDI: Mobilitas Masyarakat Jadi Salah Satu Penyebab Banyaknya Dokter yang Gugur Akibat Covid-19

17 Nov 2020  |  67xDitulis oleh : Admin
IDI: Mobilitas Masyarakat Jadi Salah Satu Penyebab Banyaknya Dokter yang Gugur Akibat Covid-19

Aghil - Hingga saat ini, sudah ratusan dokter gugur akibat pandemi Covid-19 ini. Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut bahwa salah satu faktor penyebab hal ini karena mobilitas masyarakat.

Mobilitas masyarakat ini menjadi sumber penularan, akibat masih banyak yang tak mematuhi protokol kesehatan.

"Ada kemungkinan, salah satu faktornya adalah hal-hal yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat," ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi saat konferensi pers dari RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, pada Minggu (15/11/2020).

"Mobilitas ini juga berkaitan dengan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber penularan COVID-19, yakni tidak menjaga jarak dengan baik dan berkerumun. Kemudian berdampak pada kasus kesakitan dan kematian kepada dokter."

Tim Mitigasi IDI mencatat, bahwa per 10 November 2020 terdapat 159 dokter gugur akibat Covid-19. Para dokter yang wafat ini terdiri dari 84 dokter umum (4 guru besar), dan 73 dokter spesialis (6 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 20 IDI Wilayah (provinsi), dan 71 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

"Pada tanggal 10 November 2020, ada 159 dokter yang meninggal karena COVID-19. Kemudian antara 10 November sampai sekarang (15 November 2020) (bertambah) ada dua atau tiga dokter yang meninggal," lanjut Adib.

Adib pun mencontohkan kejadian yang terjadi pada bulan Mei, dimana terjadi lonjakan kasus virus Corona hingga 20 persen. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan.

Kemudian, pada Agustus juga terjadi lonkakan sebesar 10 persen. Hal ini juga akibat mobilitas masyarakat.

"Kasus positif rate yang terjadi di masyarakat juga berdampak terhadap lonjakan kasus kematian, kesakitan kepada dokter dan tenaga kesehatan. Perlu kami sampaikan kepada masyarakat, Jangan sampai ada dokter yang sakit. Jangan sampai ada yang meninggal," ujarnya.

Adib menekankan, bahwa selalu patuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak.

"Kepatuhan protokol 3M dapat menurunkan penularan COVID-19. Itu yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi poin penting," tegasnya.

"Sebagaimana yang disampaikan oleh pemerintah pusat dan Kementerian Kesehatan dan semua pihak terkait. Perubahan perilaku masyarakat terkait dengan adaptasi kebiasan baru yang berkaitan dengan potensi sumber penularan COVID-19 bisa dihindari."

Baca Juga: